Bekasi, Yayasan Bangun Kemandirian Indonesia Terpadu– Dalam rangka menghadiri undangan dari komunitas Freedom Faithnet Global (FFG) yang sudah mengadakan nonton bareng sejak tanggal 19 April 2018 lalu. Komunitas yang bersifat universal ini tidak hanya mengajak anak-anak yatim muslim tapi juga mengajak anak yatim non muslim.

 

Adapun maksud dari komunitas Kemanusiaan Internasional/FFG mengajak anak-anak nonton bareng ini adalah untuk membangun karakter anak bangsa.

“sebagaimana kami tahu di zaman politik ini masyarakat saling memfitnah satu sama lain, antar golongan dan kami sangat khawatir anak-anak kehilangan identitasnya sehingga tergerus oleh pemikiran-pemikiran negatif, saling berburuk sangka dan mudah menyerah terhadap nasib,” ucap Dodo, salah satu perwakikan FFG.

Menurut Dodo, film ini juga membagikan kisah hidup seseorang yang bukan siapa-siapa kemudian menjadi orang sukses ditingkat dunia. Hal ini adalah ide dari sang sutradara Fajar Nugros yang berupaya memberikan inspirasi guna membangun karakter bangsa. Beliau tidak ingin generasi muda menjadi materialistis.

Maka film ini berusaha menanamkan sikap berani mengambil keputusan, menghormati orang tua dan pantang menyerah terhadap penonton.

Diakhir cerita film “Terbang Menembus Langit” hanya menampilkan adegan tokoh utama (Onggy Hianata) sedang memasang bendera merah putih sebagai wujud perayaan hari kemerdekaaan Indonesia dan menunjukan sekilas kisah Onggy Hianata sebagai tokoh sukses tingkat dunia sampai sekarang.

Komunitas FFG berdiri sejak tahun 2003 oleh Prof. Onggy Hianata dari Indonesia beserta dua orang lainnya Dr. Yong Woon San, dan Dr. Teh Sor Hoon dari Malaysia.

Kantor pusatnya ada di Indonesia, sampai saat ini sudah menyebar ke benua lainnya seperti Eropa, Asia dan Amerika.

Sebelumnya Yayasan bangun kemandirian indonesia terpadu juga telah mendapatkan undangan dari pemeran utama azka beserta keluarganya untuk menyaksikan film Jembatan pensil